psikologi pendidikan

21.41 / Diposkan oleh pendidikan /

BAB I

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

A. Definisi Psikologi, Pendidikan dan Psikologi Pendidikan

1. Definisi Psikologi

Psikologi yang dalam istilah lama disebut ilmu jawa itu berasal dari kata yang berbahasa Inggris psychology. Kata psychology merupakan dua akar kata yang bersumber dari bahasa greek (Yunani), yaitu psyche yang artinya jiwa; logos yang berarti ilmu. Secara harfiah psikologi memang berarti ilmu jiwa.

Pengertian-pengertian banyak bermunculan dari tokoh-tokoh psikologi, Cthnya Bruno (1987) membagi pengertian psikologi dalam tiga bagian yang pada prinsipnya saling berhubungan. Pertama, psikologi adalah study (penyelidikan) mengenai ”ruh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai ”kehidupan mental”. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai ”tingkah laku organisme”.

Plato (427-347 SM) dan Aristoteles (384-322) mereka menganggap bahwa kesadaran manusia berhubungan dengan ruhnya. Para ahli antara lain William James (1842-1910), menganggap psikologi sebagai ilmu pengetahuan mengenai kehidupan mental. Namun, John B. Watson (1878-1958), tokoh aliran behaviorisme yang radikal itu tidak puas dengan pengerian dari James tersebut lalu mengubahnya menjadi ”ilmu pengetahuan tentang tingkah laku (behavior) organisme” dan sekaligus menampik eksistensi ruh dan kehidupan mental. Alhasil secara ringkas dapat ditarik kesimpulan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok dalam hubungannya dengan lingkungan.

2. Definisi Pendidikan

Pendidikan berasal dari kata ”didik”, lalu kata lain mendapat awalan ”me” sehingga menjadi ”mendidik”, artinya memelihara dan memberi latihan. Selanjutnya pengertian pendidikan menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dalam pengertian yang luas pendidikan dapat diartikan sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan.

3. Definisi Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologiyang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu anda melaksanakan tugas sebagai seorang guru dalam proses belajar mengajar secara lebih efektif. Psikologi pendidikan oleh banyak ahli psikologi termasuk ahli psikologi sendiri, cenderung dianggap sebuah subdisiplin psikologi yang bersifat praktis bukan teoritis. Alhasil, psikologi pendidikan dapat digunakan sebagai pedoman praktis disamping sebagai kajian teoritis. Psikologi pendidikan memiliki objek riset dan kajian berupa siswa dan guru selaku peserta didikan pendidik.

B. Arti Penting Psikologi Pendidikan

Ada beberapa hal penting yang perlu penyususn kemukakan mengenai kajian psikologi pendidikan, antara lain :

1. Psikologi pendidikan adalah pengetahuan kependidikan yang didsarkan atas hasil-hasil temuan riset psikologi.

2. Hasil-hasil temuan riset psikologis tersebut kemudian dirumuskan sedemikian rupa hingga menjadi konsep-konsep, teori-teori dan metode-metode serta strategi-strategi yang utuh.

3. Konsep, teori, metode dan strategi tersebut kemudian disistematiskan sedemikian rupa hingga menjadi ”repertoire of reseources”, yakni rangkaian sumber yang berisi pendekatan yang dapat dipilih dan digunakan untuk praktik-praktik kependidikan khususnya dalam proses belajar mengajar.

Dengan demikian dapat dipastikan bahwa pendekatan psikologi pendidikan adalah pendekatan ilmiah (scientific approach). Manfaat psikologi pendidikan ialah untuk membantu para guru dan para calon guru dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik mengenai kependidikan dan prosesnya. Secara umum psikologi pendidikan merupakan alat bantu yang penting bagi para penyelanggara pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

a. Cakupan Psikologi Pendidikan

Pokok-pokok bahasan psikologi pendidikan :

1. Pokok bahasan mengenai ”belajar”, yang meliputi teori-teori, prinsip-prinsip dan ciri-ciri khas perilaku belajar siswa.

2. Pokok bahasan mengenai ”proses belajar”, yakni tahapan perbuatan dan peristiwa yang terjadi dalam kegiatan belajar siswa.

3. Pokok bahasan mengenai ”situasi belajar”, yakni suasana dan keadaan lingkungan baik bersifat fisik maupun non fisik yang berhubungan dengan belajar siswa.

b. Metode Psikologi Pendidikan

Pada umumnya, para ahli psikologi pendidikan melakukan riset psikologi dibidang pendidikan dengan memanfaatkan beberapa metode penelitian tertentu seperti :

o Eksperimen

o Kuesioner

o Studi Kasus

o Penyelidikan Klinis, dan

o Observasi Naturalistic

c. Hakikat dan Hubungan Antara Pendidikan-Pengajaran

1. Ragam arti pendidikan dan pengajaran dalam bahasa Arab, pendidikan disebut ”tarbiyah” yang berarti proses persiapan dan pengasuhan manusia pada fase-fase awal kehidupan. Dalam bahasa Inggris, pendidikan disebut to education. Adapun mengenai istilah ”pengajaran” dalam bahasa Arab ”taklim” yang berasal dari kata ”alama” dan ”hazzaba” serta dalam bahasa Inggris disebut instruction atau teaching yakni memberi pengarahan agar melakukan sesuatu; mengajar agar melakukan sesuatu; memberi informasi.

2. Hakikat hubungan pendidikan dengan pengajaran. Konsep ”orang dewasa” sebagai pendidik dan pengajar dalam dunia pendidikan modern ini memang semakin kabur, apalagi jika dikaitkan dengan pendidikan tinggi dan pendidikan kedinasan. Apalagi pendidikan dianggap jauh berbeda dengan pengajaran adalah persepsi yang keliru. Pengajaran boleh jadi tidak sama persis dengan pendidikan, tetapi bukan berarti diantara keduanya terdapat jurang pemisah yang mengakibatkan timbulnya perbedaan yang mencolok. Pendidikan boleh dipandang lebih utama daripada pengajaran dalam arti sebagai konsep ideal. Namun sulit dipercaya apabila ada sebuah sistem pendidikan dapat berjalan tanpa pengajaran. Oleh karena itu, pengajaran dengan segala bentuk perwujudannya seyogyanya dipandang sebagai konsep operasional yang berposisi kurang lebih setara dengan pendidikan sebagai konsep ideal.

BAB II

PROSES PERKEMBANGAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN PROSES BELAJAR

A. Definisi Perkembangan ( Development )

Perkembangan (Development) adalah proses atau tahapan pertumbuhan kearah yang lebih maju. Sedangkan pertumbuhan (Growth) berarti tahapan peningkatan sesuatu dalam hal jumlah, ukuran, dan arti pentingnya. Pertumbuhan juga berarti sebuah tahapan perkembangan (a stage of development). Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan adalah sebagai berikut :

  1. Proses pematangan ( khususnya perkembangan fungsi kognitif)
  2. Proses belajar
  3. Pembawaan atau bakat

Aliran-aliran yang mempengaruhi proses perkembangan adalah sebagai berikut :

C Aliran Nativisme

Tokoh aliran ini adalah Arthur Schopanhaver (1788-1860) “sebuah doktrin filosofi sebuah pemikiran”. Aliran ini juga disebut aliran pesimistis karena memandang segala sesuatunya dari kaca mata hitam.

C Aliran Empirisisme

Tokoh aliran ini adalah John Lockke (1432-1704). Aliran ini adalah kebalikan dari aliran nativisme.

C Aliran Konvergensi

Tokoh aliran ini adalah William Stern (1871-1938). Aliran ini adalah gabungan dari aliran nativisme dengan aliran empirisisme. Pembawaan maupun faktor lingkungan sama-sama berpengaruh besar dalam menentukan masa depan seseorang.

B. Proses, Tugas, dan hukum Perkembangan

Proses adalah runtutan perkembangan yang terjadi dalam perkembangan sesuatu. Proses juga disebut sebagai tahapan-tahapan perubahan siswa baik jasmani maupun rohani.

Secara global proses perkembangan itu dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu :

1. Tahapan Konsepsi, yaitu pembuahan sel ovum (ibu) dan sel sperma (ayah).

2. Tahapan proses kelahiran, yaitu saat si bayi keluar dari rahim ibu kealam bebas.

3. Tahapan proses perkembangan individu bayi tersebut menjadi seorang pribadi yang khas (development of selfhood).

Tugas dan fase perkembangan adalah hal yang pasti bahwa setiap fase atau tahapan perkembangan kehidupaan manusia senantiasa berlangsung seiring dengan kegiatan belajar. Hal-hal yang mendorong terjadinya tugas perkembangan, yaitu :

a. Karena adanya kematangan fisik tertentu pada fase perkembangan tertentu.

b. Karena adanya cita-cita psikologis manusia yang sedang berkembang itu sendiri.

c. Karena adanya tuntutan kultural (budaya) masyarakat sekitar.

Tugas-tugas perkembangan ini seharusnya/seyogyanya diperhitungkan secara cermat oleh para orang tua dan guru sebagai sesuatu yang terjadi secara alami dan tepat waktu. Fase-fase perkembangan /tugas perkembangan (Robert havigurste, 1972).

1. Tugas perkembangan fase bayi dan kanak-kanak (0-5 tahun)

1. Belajar memakan makanan keras.

2. Belajar bediri dan berjalan.

3. Belajar berbicara.

2. Tugas perkembangan fase anak-anak (6-12 tahun) Late Childhood.

1. Belajar keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain.

2. Belajar memainkan peran sebagai seorang pria maupun wanita.

3. Mengambangkan dasar-dasar keterampilan membaca, menulis, dan berhitung.

3. Tugas perkembangan fase remaja (13-21 tahun)

1. Mencapai pola hubungan baru yang lebih matang dengan teman-teman lawan jenis.

2. Mencapai kebebasan emosional dari orang tua.

3. Mempersiapkan diri untuk mencapai karier.

4. Tugas perkembangan fase dewasa (22-40 tahun) Early Oldhood.

1. Mulai bekerja mencari nafkah.

2. Memilih pasangan hidup.

3. Mulai memasuki kehidupan rumah tangga.

5. Tugas perkembangan fase setengah baya (41-60 tahun) Middle Age.

1. Mencapai tanggung jawab sosial dan kewarganegaraan secara lebih dewasa.

2. Mengembangkan aktivitas dan memanfaatkan waktu luang sebaik-baiknya dengan orang-orang dewasa lainnya.

3. Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan psikologis yang lazim terjadi pada masa setengah baya.

6. Tugas perkembangan fase usia tua (60 tahun keatas) Old Age.

1. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan dan kesehatan jasmaniahnya.

2. Menyesuaikan diri dengan keadaan pensiun dan berkurangnya penghasilan.

3. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangannya.

Hukum perkembangan secara spesifik adalah patokan generalisasi mengenai sebab dan akibat terjadinya peristiwa perkembangan dalam diri manisia. Jenis-jenis perkembangan adalah sebagai berikut :

1. Hukum perkembangan dan pengembangan diri yaitu manusia berkembang karena adanya insting atau naluri bawaan untuk menuntunnya bertahan dan mengembangkan dimuka bumi.

2. Hukum konvergensi yaitu bahwa pada dasarnya berkembangnya manusia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor bawaan sejak lahir tapi lingkungan pendidikan juga mempengaruhinya.

3. Hukum masa peka yaitu mudah merangsang atau mudah menerima stimulasi. Masa peka adalah masa yang tepat yang terdapat pada diri anak untuk mengembangkan fungsi-fumgsi tertentu. Diharapkan kepada orang tua dan guru seharusnya memperhatikan secara cermat perkembangan anak didiknya, dalam hubungannya kedatangan masa peka belajar mereka.

4. Hukum keperluan belajar.

5. Hukum kesatuan anggota badan (Psikomotor).

6. Hukum tempo perkembangan.

7. Hukum irama perkembangan.

8. Hujum rekapitulasi, yang nampak pada anak-anak:

1. Masa berburu dan menyamun pada usia 8 tahun.

2. Masa mengembala pada usia 10 tahun.

3. Masa bercocok tanam pada usia 12 tahun.

4. Masa berdagang pada usia 12 tahun keatas.

C. Perkembangan Psiko Fisik Siswa

Proses-proses perkembangan yang memiliki keterkaitan langsung dengan proses belajar mengajar siswa yaitu :

C Perkembangan motor (motor development)

Perkembangan motor yakni proses perkembangan yang progresif dan berhubungan dengan perbedaan aneka paham keterampilan fisik anak (motor skill). Motor adalah hal, keadaan dan kegiatan yang meliputi otot-otot yang gerakannya, demikian pula kelenjar-kelenjar yang sekresinya. Dapat juga dikatakan dipahami sebagai segala keadaan yang menghasilkan/meningkatkan stimulus/peransangan kegiatan organ-organ fisik.

Proses perkembangan fisik sianak berlangsung selama 2 dedakade sejak ia lahir. Menurut glertman (1987) antara lain :

a. Bekal kapasitas motor (jasmani).

b. Bekal kapasitas panca indra (sensori)

Macam-macam faktor yang mendorong kelanjutan perkembangan motor skill anak yaitu :

1. Pertumbuhan dan perkembangan sistem syaraf (nevor sistem)

pusat sistem jaringan yang ada otak.

Bisa membuat sianak intelejensi dan kecerdasan anak dan menimbulkan/mendorong prilaku-prilaku tingkah laku baru. Apabila sistem syaraf rusak maka tidak bisa diperbaiki lagi.

2. Pertumbuhan otak-otak.

Otot merupakan jaringan sel-sel yang dapat berubah memanjang dan juga merupakan unit kesatuan selyang memiki daya mengkerut. Fungsi adalah sebagai pengikat organ-organ lainnya dan sebagai jaringan pembuluh yang mendistribusikan

Sari makanan.

3. Perkembangan dan Pertumbuhan Fungsi Kelenjar Endokrin (Endockrine Gland)

Kelenjar adalah alat tubuh yang menghasilkan cairan atau getah seperti kelenjar keringat. Pada umumnya kelenjar endokrin memproduksi hormon dan disalurkan melalui cairan darah.

4. Perubahan Struktur Jasmani

Perubahan struktur jasmani akan banyak berpengaruh terhadap perkembangan dan kecakapan motor skill anak.

C Perkembangan Kognitif Siswa (Cognitive Development)

Perkembangan ini yakni perkembangan fungsi intelektual/proses perkembangan kemampuan sensor dalam otak anak. Kognitif dalam arti luas yaitu penataan, penggunaan. Tokohnya Joan Piaget (1896-1988). Mengklasifikasikan perkembangan kognitif anak menjadi 4 bagian, yaitu :

1. Tahap Sensory-Motor yakni perkembangan ranah kognitif pada usia 0-2 tahun.

2. Tahap Pre-Operational yakni perkembangan ranah kognitif pada usia 2-7 tahun.

3. Tahap Concrete-Operational yakni perkembangan ranah kognitif pada usia 7-11 tahun.

4. Tahap Formal-Operational yakni perkembangan ranah kognitif pada usia 11-15 tahun.

Istilah-istilah dalam proses perkembangan konitif anak, yaitu :

1. Sensory-Motor Schema adalah sebuah/serangkaian perilaku terbuka yang tersusun secara sistematis.

2. Cognitive Schema adalah perilaku tertutup berupa tatanan langkah-langkah kognitif yang berfungsi memahami apa yang bersifat atau menimbulkan lingkungan yang direspon.

3. Object Pormanance (ketetapan benda) adalah anggapan bahwa sebuah benda tetap ada walaupun sudah ditinggalkan.

4. Assimilation (Asimilasi) adalah proses aktif dalam penggunaan skema untuk merespon lingkungan.

5. Accomodation adalah penyesuaian aplikasi skema yang cocok dengan lingkungan yang direspon sebagai hasil ketetapan accomodasi.

6. Eguilibrium adalah kesumbangan antara skema yang digunakan degan lingkungan, yang direspon sebagai hasil ketetapan akomodasi.

0 komentar:

Poskan Komentar